Monday, December 15, 2008

RAN - for your life.... keureun beuth.....hehe


RAN merupakan grup musik asal Indonesia yang berdomisli di Jakarta. Grup musik ini dibentuk pada tahun 2007. Anggotanya berjumlah 3 orang yaitu Rayi, Asta, dan Nino. Nama grup musik ini diambil dari huruf depan ketiga personelnya. Album pertamanya ialah For Your Life dirilis pada tahun 2008.

Rayi dan Asta mulai bermain musik bersama sejak sekolah di SMA Al-Izhar, Pondok Labu. Bersama teman-temannya, mereka sempat membentuk band bernama F.R.D. (Funk Rap Disco) dan menjuarai berbagai lomba band antar sekolah. Setelah lulus SMA, badn ini vakum lantaran beberapa personelnya melanjutkan studi ke luar negeri. Saat akan mengikuti Indonesian Song Festival 2006 yang digelar stasiun televisi JakTV, mereka pun menggaet Nino, adik kelas mereka untuk bergabung dalam sebuah band. Lagu "Pandangan Pertama" berhasil meraih juara kedua pada festival itu. Lagu ini pula yang mengenalkan RAN pada produser Dondy Soedjono yang kemudian menyodorkan demo ini ke Universal Music Indonesia. Akhir tahun 2007, RAN merilis album debut RAN For Your Life di bawah manajemen dan label Universal Music Indonesia.[1]

RAN yang hanya tampil bertiga kerap membawa additional player saat tampil langsung. Biasanya, mereka tampil bersebelas dengan dua gitar, dua keyboard, dua backing vokal, seorang drumer dan pemain perkusi. Yang sering tampil bareng mereka adalah Kopay (bas), Rama (drum), Abe (perkusi) dan Nina (keyboard).

Di balik kepusingan para pelaku industri musik menemukan rumusan yang kreatif untuk meningkatkan gairah musik Indonesia. RAN telah menemukan formula yang cespleng agar ia disenangi oleh khalayak luas tanpa terdengar pasaran apalagi cengeng mendayu, malah kalau bisa terkesan cerdas. Nada-nada riang bersenyum lebar, ringan tanpa banyak beban, hijau segar, beat ngedance yang dijamin disukai anak muda. Aransemen mencomot unsur-unsur yang menyenangkan dari berbagai warna musik: jazz, R&B, funk, dance, juga pop 80-an dan disco 70-an yang pastilah akrab di telinga om-om dan tante-tante dari era Trio Libels. Maka RAN mengajak kita semua bergembira dan memompa hormon usia tujuh belasan.

Daftar Lagu

Warna Warni Dunia. Jika kunci pertama dan kedua di balik, maka riff awal lagu ini mengingatkan kami pada nomor populer ‘Incredible’ karya Shapeshifters. Namun itu hanya beberapa saat saja, karena bagian reffrain langsung menyembur dengan sound pop Indonesia 80-an. Tampaknya sejak awal RAN bermaksud bersenang-senang bersama semua orang. Nomor yang lincah, penuh hentakan, stage act song.

Pandangan Pertama. Zat addictive yang dalam lagu ini amat berbahaya. Mendengarkan sekali, dua, tiga, sampai belasan kali tak jua menurunkan tingkat kecanduan. Yup, track ini adalah contoh sempurna racikan RAN. Pop memang. Tapi simak: riff gitar ngejazz, tepukan perkusi yang ceria, pukulan drum yang tegas, alun lagu yang uplifting. Maka, “sulit bagiku untuk bisa berhenti mengaguminya”. Lagu pun diakhiri dengan improvisasi jazzy yang membuat lagu ini terdengar punya IQ di atas rata-rata lagu pop kebanyakan.

Hanya Untukmu. Riff gitar yang tangkas jadi senjata andalan RAN. Ditingkahi oleh scratches yang usil, sound hand clapping electronis, nada keyboard dan kocokan gitar jazzy menaikkan self confidence band bahkan koor yee ooo uuu-nya pun tak terdengar norak. RAN memadukan gaya ceria anak muda dari berbagai jaman. Ingat, misi kali ini adalah kembali remaja.

D'Inspiration. Tiba-tiba keceriaan remaja itu lenyap. Gantinya adalah sebuah nomor ngejazz yang cool. Kita pun terlempar dari pentas pensi anak-anak SMA ke deep blue lounge. Ketukan piano yang elegan dan riff yang tenang-tenang saja, dihiasi brass section keren hasil aransemen Rayi dan Aghi Narottama (ingat Ape On The Roof?), lalu sejenak ada kerja sama improvisasi gitar dan piano. Tak ketinggalan koor rame-rame untuk mengingatkan bahwa we’re still in a party. Yang mengejutkan adalah gaya vokal RAN yang mampu bermetamorfosis dari penggembira hip hip hura jadi penyanyi jazz berkelas.

Kembali. Sebuah nomor bertempo sedang, menggabungkan unsur R&B, soul, nu jazz berhiaskan rap. Jika anda suka pada Maliq & D’Essentials, anda juga akan suka pada nomor ini. Bedanya, RAN memainkannya lebih ringan, tanpa banyak beban. Selain itu, dengan rapper-nya sendiri, RAN lebih fleksible membangun brand image musik mereka.

Selamat Pagi. Reggae? Kenapa tidak. Rhytm dan petikan bass reggae selalu jadi pembangkit mood yang instan. Di nomor ini RAN mencampur senyawa reggae tanpa harus memaksakan diri agar terdengar seperti rasta mania. Karenanya, tanpa segan RAN pun menyilakan keyboard menjelajahi nad-nada pop lincah, bahkan trombone pun bolehlah berimprovisasi ngejazz tanpa canggung.

Auramu. Kembali ke adonan R&B, soul, nu jazz. Kali ini dengan petikan gitar ala British R&B. Meski bertempo cenderung pelan, RAN tetap menyuguhkan beat yang masih memungkinkan tubuh bagian atas kita naik turun. Tiba-tiba di 50 detik terakhir, ketika kami berpikir track ini usai, musik sedikit berbelok. Beberapa ketuk piano diselipkan menggantikan petikan gitar. Just a try.

Let Me Be. Wow.. ini jauh menjelajah ke dunia disco tahun 70-an. Adakah yang masih menyimpan lampu disco ball? Kita perlu itu dan ruang luas untuk berdisco diiringi string section yang meriah, beat dan bass yang funky, sedikit efek-efek klasik ala Anita Ward. Supaya tak terlalu jadul, RAN memberi sedikit rap dan hentakan house dari drum machine. Trio ini benar-benar mengejutkan.

Warnai Malam Ini. Yang ini sedikit tanggung. Tak jelas, apakah RAN bermaksud mengundang kita party di dance floor atau pool side. Hentakan house itu terlalu bertenaga bahkan mubazir untuk mengiringi vocal, kocokan gitar dan keyboard yang nyantai. Vocal terdengar ragu meski telah diperbaiki dengan efek elektris dan koor hip hip hura. Tapi, kalau anda tak terlalu memedulikan itu, party is still on fire.

Nothing Lasts Forever. Tata vocal ala boys band bukan barang murahan, asal ia benar-benar digarap dan dirajut dalam aransemen musik yang apik. Karenanya, meski beberapa vokal dimainkan ‘iseng’ untuk menegaskan kemudaan mereka, RAN tak terprovokasi untuk bersikap urakan. Band ini menunjukkan kesungguhannya tanpa harus terkesan serius. Upaya yang menarik.

Lagu Untuk Riri. Untuk yang mendayu RAN menyerahkan urusan aransemen pada Andi Rianto. Maka, nomor ini pun seolah bukan bagian dari album yang penuh warna warni kegembiraan. Syukurlah ia diletakkan di urutan buncit, sehingga kami mudah untuk menskip. Ya, kami pikir, RAN memaksakan diri untuk memasukkan track yang terlalu banyak beban ini pada playlist RAN For Your Life. Mungkin RAN bisa menoleh pada cara Craig David dalam menulis lagu obituari, seperti misal ‘Let Her Go’.

1 comment:

Anonymous said...

RAN inget ke bali y, terutama ke kota negara ok.........